Usai Diakuisisi Elon Musk Pengguna Twitter Pindah ke Mastodon, Apa Itu?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu 26
Post ADS 1

Ilustrasi aplikasi Mastodon. Foto: rafapress/Shutterstock viaTom's Guide

Teknologi.id - Setelah Twitter diakuisisi oleh Elon Musk, sejumlah pengguna mulai mencari platform pengganti dan beranjak ke Mastodon. Apa itu?

Mastodon tampak mirip dengan media sosial Twitter. Pengguna dimungkinkan untuk mencuitkan postingan nan disebut sebagai "toots" nan dapat dibalas, disukai, dan diposting ulang oleh pengguna lain dan mereka dapat saling mengikuti.

Mastodon sebetulnya telah ada sejak 2016 dan saat ini sudah mempunyai lebih dari 655 ribu pengguna, dengan lebih dari 230 ribu telah berasosiasi dalam seminggu terakhir.

Baca juga: 5 Janji Elon Musk Setelah Beli Twitter: Edit Twit hingga Super Apps

Secara umum, Mastodon jelas belum menandingi Twitter. Namun aplikasi ini menawarkan servis nan mirip dengan media sosial berlambang burung biru tersebut.

Lini masa Mastodon menghadirkan pembaruan secara kronologis daripada algoritmis. Media sosial ini membiarkan para penggunanya untuk berasosiasi dengan banyak server berbeda nan dijalankan beragam golongan dan individu.

Mastodon Bebas Iklan

Tak hanya itu, Mastodon juga cuma-cuma dan bebas dari iklan. Aplikasi ini dioperasikan secara non keuntungan oleh kreatornya, Eugen Rochko dan mendapatkan biaya secara patungan.

Sejumlah figur nan telah berasosiasi ke Mastodon

Beberapa figur kenamaan di Amerika Serikat (AS), telah berasosiasi di sini antara lain komedian, Kathy Griffin; jurnalis, Molly Jong-Fast; dan guru besar di UCLA, Sarah T. Roberts. Roberts mulai menggunakan Mastodon lantaran cemas soal moderasi Twitter di bawah Elon Musk.

Terkait Mastodon, Roberts mengatakan banyak pengguna Twitter migrasi ke Mastodon lantaran mereka memandang adanya kemiripan antara kedua media sosial itu. Banyak fitur di Mastodon dan tampilannya terasa familiar bagi pengguna Twitter.

Hanya saja, tetap ada perbedaan antara Mastodon dan Twitter. Jumlah pesan di Mastodon terbatas 500 karakter, namun pengguna bisa mengirim foto dan video.

Baca juga: Bluesky, Media Sosial Baru Besutan Eks Bos Twitter nan Buat Elon Musk Ketar-Ketir

Tak hanya itu, pengguna juga bisa memfavoritkan alias mengunggah ulang unggahan pengguna lain dll. "Twitter dan Mastodon bakal semakin mirip," kata Roberts.

Tampilan Mastodon sepintas mirip Twitter. Aplikasi ini memiliki tombol mirip tombol retweet, dan favorit. Tampilan unggahan pengguna pun ditaruh di bagian tengah, mirip dengan Twitter.

Mastodon memiliki logo wajah hewan mastodon nan merupakan leluhur gajah warna ungu dengan gradasi. 

(dwk)