Twitter Besutan Musk Akan Berlakukan Konten Video Berbayar, Mirip OnlyFans?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu 23
Post ADS 1
Sumber Foto: Twitter

Teknologi.id - Twitter sedang mengerjakan fitur nan bakal membebankan biaya kepada pengguna untuk beberapa konten video, perihal ini dilansir langsung dari Twitter.

Disebut sebagai "Video Paywalled," fitur nan menyerupai aplikasi beken, OnlyFans ini bakal memungkinkan kreator konten membebankan biaya kepada pengguna untuk memandang video di platform, fitur baru ini memungkinkan Twitter untuk meniru model upaya video berbayar nan sudah terlebih dulu dipakai oleh Onlyfans dan Telegram.

Dilandir dari laman Washington Post, Jumat (4/11/2022), terdapat kemungkinan bahwa fitur ini bakal tampak seperti bakal digunakan setidaknya sebagian untuk konten dewasa serta sebagian lainnya untuk model-model video fanbase artis nan hanya dapat diakses melalui fitur berbayar.

Baca juga: 5 Janji Elon Musk Setelah Beli Twitter: Edit Twit hingga Super Apps

Laporan tersebut menambahkan bahwa langkah tersebut dapat menempatkan Twitter dalam persaingan dengan situs-situs nan mempunyai penekanan pada konten dewasa, seperti Tumblr, Onlyfans, dan nan terbaru telegram.

Di samping itu, dilansir dari The Independent, ada kemungkinan pengguna dapat menggunakan fitur ini untuk membagikan video berkuasa cipta alias video untuk menipu orang lain.

Beberapa media telah mengidentifikasi akibat nan tinggi mengenai fitur video berbayar Twitter ini. Di mana bakal ada akibat nan terkait dengan konten berkuasa cipta, masalah kepercayaan kreator alias pengguna, dan kepatuhan hukum. Fitur tersebut bakal menjalani tinjauan internal tentang masalah itu sebelum diluncurkan.

Baca juga: Ada 7 TV Swasta Masih Siaran Analog, Mahfud MD: Itu Ilegal!

Tinjauan singkat tentang fitur tersebut direncanakan sebelum dilanjutkan lebih lanjut, menurut Post.

Menurut outlet buletin di Amerika Serikat, timeline nan dipercepat hanya memberi tim peninjau internal perusahaan tiga hari untuk memberikan umpan kembali mengenai kepantasan dari fitur ini sebelum betul-betul bakal dirilis secara publik.

Tidak jelas apakah fitur itu sedang dikembangkan sebelum pengambilalihan perusahaan senilai $44 miliar oleh Elon Musk, tetapi proses akuisisi nan dipercepat mungkin menjadi bagian dari rencana miliarder itu untuk membikin lebih banyak konten berbayar di Twitter. Musk telah mengatakan bahwa dia berencana untuk membebankan biaya kepada pengguna untuk verifikasi.

(MAJ)