Tak Laku di Liga 1, Tiga Alumni Timnas U-19 Angkatan Evan Dimas Banting Setir Ikuti Kursus Lisensi Pelatih

Sedang Trending 3 minggu yang lalu 31
Post ADS 1

Timnas U-19 Indonesia merayakan gelar juara Piala AFF U-19 2013 ditangan pembimbing Indra Sjafri.

Tiga alumni timnas Indonesia U-19 mengikuti kursus pembimbing lisensi C, tak seberuntung Evan Dimas alias Hansamu Yama nan tetap beredar di Liga 1.

Timnas Indonesia U-19 angkatan 2013 nan diasuh Indra Sjafri menjadi bukti penampilan gemilang di usia muda tak menjamin kesuksesan di level senior.

Timnas Indonesia U-19 saat itu dielu-elukan publik Tanah Air berkah keberhasilan menjuarai Piala AFF U-19 2013 dan lolos ke Piala Asia U-19 2014.

Delapan tahun berselang, kejamnya sepak bola level elite membikin sebagian pemain timnas U-19 tersebut menghilang tanpa jejak.

Praktis hanya terdapat Evan Dimas, Awan Setho, Hansamu Yama, M Hargianto, Zulfiandi, Yabes Roni, dan Putu Gede nan tetap beredar di Liga 1 2022/23.

Nama-nama lain seperti Ravi Murdianto, Dinan Javier, hingga Maldini Pali sama sekali tak terdengar, apalagi sudah tak lagi berkarier sebagai pesepak bola.

Teranyar, PSSI merilis daftar peserta kursus kepelatihan C PSSI nan diikuti beberapa nama familiar dari timnas U-19 angkatan itu.

Terdapat dua nama nan menjadi langganan starter tim besutan Indra Sjafri, ialah Sahrul Kurniawan (bek tengah) dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh (penyerang).

Satu lagi nama lebih junior nan sempat menembus timnas U-19 didikan Indra Sjafri pula adalah striker Sabeq Fahmi.

Sahrul Kurniawan, pemain kelahiran 5 Juni 1995, terakhir kali bermain di level tertinggi pada Liga 1 2017 berbareng Bhayangkara FC.

Ia tak seberuntung rekan duetnya, Hansamu Yama, nan bermain di Persija Jakarta dan memperkuat di timnas Indonesia hingga level senior.

Sahrul Kurniawan tercatat terakhir kali bermain di Persinga Ngawi dan PSM Madiun nan berkompetensi di Liga 3 Jawa Timur.

Muchlis Hadi Ning Syaifulloh merupakan pemain kelahiran 26 Oktober 1996 nan dulu berkedudukan sebagai false nine di timnas U-19 didikan Indra Sjafri.

Pemain Persib, Muchlis Hadi Ning.

Begitu memasuki level senior, sinar Muchlis meredup hingga bergonta-ganti klub dan sama sekali tak terpakai lagi.

Ia sempat menjadi persediaan meninggal di Persib Bandung pada 2019, lampau tak terdengar mendapatkan klub lagi sejak 2020.

Muchlis berbareng Sahrul dan Sabeq 

menjadi nama-nama termuda nan mengikuti kursus pembimbing lisensi C nan digelar PSSI di Bali pada 1-15 November ini.

"Mengikuti kursus pembimbing ini menjadi pengalaman dan kesempatan nan baik untuk saya," tutur Muchlis.

"Materi nan saya dapatkan di kursus ini sangat membantu saya dalam pekerjaan bermain."

"Selain itu, saya mau terus belajar, banyak pengetahuan sepak bola nan mau saya dapatkan di luar bermain sepak bola, salah satunya mau menjadi pelatih," tandasnya.

Adapun timnas Indonesia U-19 angkatan sekarang sedang berlatih di Turki di bawah komando langsung pembimbing Shin Tae-yong.