RESMI PSSI KLB, Nasib STY Diujung Tanduk? 4 Pelatih Keturunan Jadi Opsi Salah Satunya Juara Liga Champions

Sedang Trending 4 minggu yang lalu 30
Post ADS 1

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia alias PSSI resmi mengumunkan bakal segera melaksanakn Kongres Luar Biasa (KLB), lampau gimana nasib pembimbing Timnas Indonesia, Shin Tae Yong?

Adanya keputusan EXCO PSSI untuk menggelar KLB dalam waktu dekat ini, bisa saja mengganggu keahlian dari pembimbing Shin Tea Yong berbareng Timnas Indonesia. Namun segala sesuatunya bisa saja terjadi, baik itu masa depan STY sebagai pelatih.

Dilansir Bondowoso Network dari laman resmi federasi. Pihak PSSI sudah menggelar rapat Exco, Jumat 28 Oktober 2022 malam WIB. Berlangsung di instansi PSSI di GBK Arena, Jakarta Pusat. Saat rapat dilaksanakan dihadiri 12 personil Exco.

Dalam pernyataan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan nan sering disapa Iwan Bule. Akan segera menggelar KLB dalam waktu dekat ini. Menurutnya agenda ini bakal merujuk sesuai sistem kongres.

"Memutuskan mempercepat kongres biasa pemilihan melalui sistem kongres luar biasa sesuai tahapan patokan organisasi."

"Exco PSSI bakal memulai tahapan verifikasi kemudian melaksanakan kongres luar biasa dalam jangka waktu selambatnya tiga bulan setelah proses verifikasi selesai," ungkap Iwan Bule dalam keterangannya nan didampi Exco PSSI.

Adanya rumor KLB ini sebelumnya telah disampaikan dua klub Liga 1 ialah Persis Solo dan Persebaya Surabaya, nan juga bakal menjadi voters dalam pemilihan Ketua Umum PSSI.

Exco PSSI memutuskan mempercepat KLB pemilihan dengan memperhatikan surat dikirimkan 2 anggotanya. Dikarenakan Exco PSSI tidak mau terjadi perpecahan di antara anggotanya. Exco adalah mandataris nan dipilih oleh delegasi mewakili personil PSSI," ungkapnya

Nasib Shin Tae Yong pun seakan di ujung tanduk, perihal ini setelah curhatannya di media sosial. Bahwa dia siap angkat kaki jika Iwan Bule sudah tak di PSSI.

Jika memang itu terjadi maka masa depan Timnas nan telah dia bangun bakal terganggu apalagi mandek. Program-program nan telah dijalani tak bakal melangkah lagi.

Bahkan jika saat KLB menghasilkan Ketua Umum PSSI nan baru, maka bisa saja pembimbing Timnas bakal berganti. Lalu siapa saja nan bisa menggantikan Shin Tae Yong?

Dilansir Bondowoso Network dari Youtube SELEBRASI, ada 4 nama pembimbing keturunan nan bisa menjadi pilihan, untuk menjadi pembimbing Timnas Indonesia.

Kontrak Shin Tae yong berbareng Timnas Indonesia hingga tahun Desember 2023 mendatang. PSSI pun belum memberikan agunan apakah pembimbing asal Korea ini bisa melanjutkan karir kepelatihannya di timnas.

Jika Shin Tae yong tak melanjutkan kontraknya, maka inilah deretan pembimbing keturunan nan bisa menjadi suksesor STY di masa mendatang.

1. Ricardo Moniz (Akademi Hamburg SV)

Ricardo Moniz berumur 57 tahun, pernah menangani klub muda Hamburg SV (Jerman). Pelatih ini mempunyai darah Indonesia dari sang ibu.

Ia sempat menangani sejumlah klub top seperti Red Bull Salzburg (Austria), Lechia Gdansk (Polandia) dan TSV 1860 Munich (Jerman).

Satu-satunya trofi di level ahli pernah diraih Ricardo Moniz, bukan berbareng klub-klub di atas. Ia membawa Ferencvaros juara Piala Hungaria musim 2012-2013.

2. Andre Wetzel (HVV Den Haag)

Andre Wetzel adalah sosok pembimbing asal Belanda, dia merupakan laki-laki kelahiran Surabaya, Indonesia, 70 tahun silam.

Saat ini dia hanya menangani klub amatir Liga Belanda, HVV Den Haag. Namun, Andre Wetzel 

berpengalaman menangani sejumlah klub top di masa jayanya berbareng Willem II, ADO Den Haag dan VVV Venlo.

Sempat menangani klub di negara Belgia nan sekarang diperkuat Sandy Walsh, KV Mechelen.

Paham budaya Indonesia, Andre Wetzel dapat dijadikan pertimbangan untuk menukangi Timnas Indonesia suatu hari nanti.

3. Giovanni van Brockhorst (Glasgow Rangers)

Giovanni van Brockhorst sukses berkarier sebagai pemain. Pernah membawa Arsenal juara Liga Inggris 2001-2002 hingga mengantarkan Barcelona kampiun Liga Champions 2005-2006.

Berstatus sebagai kapten, Giovanni van Brockhorst mengantarkan Timnas Belanda ke final Piala Dunia 2010 lalu

Memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu, van Brockhorst sempat menanangani Feyenoord Rotterdam (2015-2019) dan Guangzhou R&F (2020).

Selain itu akhir 2021, Giovanni van Brockhorst membesut Glasgow Rangers menggantikan posisi Steven Gerrard.

Pelatih 47 tahun itu mengantarkan Rangers menyingkirkan tim kuat Borussia Dortmund di babak playoff 16 besar Liga Eropa 2021-2022.

4. Jos Luhukay (VVV-Venlo)

Jos Luhukay pembimbing berumur 58 tahun, pernah menangani klub kasta kedua Liga Belanda, VVV-Venlo per 2021 lalu.

Ia mempunyai darah Indonesia dari sang ayah nan berasal dari Ambon. Lantas, gimana pekerjaan kepelatihannya?

Pelatih 58 tahun ini sudah tak asing bagi sepak bola Belanda. Punya karakter dan filosofi sepak bola nan sangat kuat.

Jos Luhukay juga tercatat pernah menukangi Borussia Monchengladbach, Hertha Berlin, hingga VfB Stuttgart merupakan klub Liga Jerman. ***