Prediksi Harga BTC Pasca The Fed Kerek Suku Bunga

Sedang Trending 3 minggu yang lalu 18
Post ADS 1

The Fed kembali mengerek suku bunga sebesar 75 pedoman poin dengan tujuan menekan laju inflasi. Tapi, gimana kebijakan ini mempengaruhi prediksi nilai BTC?

Sebelumnya, BTC diprediksikan bakal mengalami bullish khususnya pada 3 kali  peningkatan suku kembang oleh The Fed sebelumnya.

Tapi, perihal nan sama belum tentu terjadi pada kebijakan kali ini. Karena, pengaruh nan terjadi bisa saja berbeda.

Peningkatan suku kembang berfaedah untuk mencegah masyarakat membuka utang baru. Tapi, dari sisi nan berbeda masyarakat Amerika Serikat sendiri kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya lantaran nilai tambah mahal.

Hal tersebut bakal membikin masyarakat kesulitan membeli Bitcoin dalam waktu dekat ini.

Powell: Tidak Ada Indikasi Inflasi Akan Menurun

Kebijakan peningkatan suku kembang oleh The Fed kurang diminati pasar. Berdasarkan informasi Consumer Price Index (CPI), inflasi tetap tinggi.

Inflasi pada Juni 2022 hanya turun sedikit dari 9,1 persen ke 8,2 persen hingga September 2022. Angka tersebut lewat 2 persen dari nan ditargetkan pemerintah.

Pada FOMC Desember 2022 nanti, diproyeksikan peningkatan suku kembang nan lebih rendah, sekitar 50 bps. Tapi, peningkatan suku kembang nan lebih tinggi tidak menutup kemungkinan terjadi, sehingga dolar bisa melejit.

IKLAN

“Inflasi terbukti persisten, sehingga membikin perkembangan perekonomian menjadi lebih rendah,” ujar Powell, Ketua The Fed baru-baru ini.

Prediksi Harga BTC: Akan Melewati US$19,850

Respons Bitcoin terhadap naiknya suku kembang rupanya tidak pasti, peningkatan Bitcoin 2022 sebelumnya mengalami resistensi di US$20.800 tapi tidak bisa melewati tingkat tersebut. Bahkan, nilainya menurun ke US$20.200.

Dilansir dari Cryptonews, BTC/USD pada 3 November 2022 sedang mengalami bearish setelah melewati tingkat support di US$20.330. Penutupan parameter candle nan berada di bawah tingkat ini menunjukkan adanya trend penjualan BTC.

Kemudian, trend peningkatan dari nilai support mendekati nomor US$20.300 telah terlewati.

IKLAN

Dilansir dari Coinmarketcap, diperkirakan Bitcoin bakal mengalami trend penurunan hingga mencapai tingkat US$19.984.

Tradingview

“Sedangkan menurut Tradingview, melalui parameter MACD dan RSI menunjukkan area jual. Jika nilainya di bawah level US$20.330 maka penanammodal bakal menjual,” tulis Redaksi Cryptonews.

Tapi, jika terjadi bullish breakout pada tingkat US$20.330 nan bisa menjadi pedoman prediksi nilai BTC untuk naik sehingga mungkin mencapai di antara US$20.800 ke US$21.270.

Ketika tulisan ini disusun pukul 12.11 WIB, nilai BTC melonjak signifikan di kisaran US$21.390 alias naik persen 5,24 persen dalam 24 jam terakhir. Ini akibat dari melemahnya indeks dolar (DXY), beberapa hari pasca hasil rapat FOMC dan potensi besaran kenaikan suku kembang nan lebih rendah pada Desember 2022 nanti. [az]