MicroStrategy Akan Terus Beli dan Hold Bitcoin

Sedang Trending 3 minggu yang lalu 18
Post ADS 1

Pada hari Selasa (1/11/2022), Presiden dan CEO dari MicroStrategy Inc, Phong Le, berbincang mengenai strateginya pada kuartal 3 di tahun 2022 dengan terus membeli dan menahan Bitcoin.

Dilansir dari Cryptoglobe, pada bulan Agustus 2022 lampau MicroStrategy telah membeli 21.454 Bitcoin alias setara dengan US$250 juta sebagai aset persediaan utamanya.

“Keputusan kami berinvestasi pada Bitcoin didorong pada beragam aspek makro nan mempengaruhi suasana ekonomi dan upaya dan kami percaya perihal ini bakal menjadi akibat pada program penyimpanan kami untuk jangka panjang, akibat ini sendiri kudu ditangani dengan serius”, imbuh Michael Saylor, Co-Founder Microstrategy.

Sejak MicroStrategy memutuskan perihal tersebut, perusahaan ini telah memegang sekitar 130,000 BTC nan nilainya setara dengan US$3,98 milyar dengan nilai rata-rata per Bitcoin sebesar US$30,649.

Phong Le sendiri menambahkan bahwa “strategi utama perusahaannya adalah membeli dan menahan Bitcoin untuk jangka panjang dan tidak bakal menjualnya. Kamu mempunyai pandangan nan jauh ke depan dan tidak bakal terpengaruh bakal perubahan nilai jangka pendek.”

Alasan Besar dari Microstrategy Terus Beli Bitcoin

Microstrategy buy Bitcoin menjadi strategi nan memberikan pengaruh nan besar bagi perusahaan itu sendiri, terutama pada berkurangnya biaya non-GAAP.

Sekadar informasi, GAAP merupakan singkatan dari Generally Accepted Accounting Principles nan berfaedah prinsip akuntansi secara umum nan diadopsi oleh SEC Amerika Serikat.

“Hal ini disebabkan stabilnya nilai Bitcoin pada kuartal ketiga dengan nominal US$700,000 lebih rendah daripada kuartal ketiga tahun 2021 lampau sebesar US$65 juta. Volatilitas Bitcoin juga menurun di bawah nomor tersebut pada satu bulan terakhir ini”, ujar Andrew Kang, CFO Microstrategy.

IKLAN

Alasan lain dari strategi ini lantaran nilai Bitcoin jauh lebih tinggi dari aset lainnya seperti emas dan aset lainnya.

Menurut pendapat mantan CEO, Michael Saylor, sejak menerapkan strategi tersebut pada 11 Agustus 2022 lalu, performa saham MicroStrategy melonjak tinggi dari kebanyakan aset lainnya. Bahkan, MicroStrategy sukses melampaui saham perusahaan teknologi dan software besar nan menjadi referensi utama.

“Jika dibandingkan dengan performa Bitcoin selama 2 tahun dengan aset lain, maka S&P meningkat 15 persen. Sebagian besar saham bereputasi baik meningkat sebesar 15 persen. Sedangkan NASDAQ sendiri 0 persen, sehingga tidak ada untung dari NASDAQ,” ujar Saylor.

Lanjut dikatakan, emas sendiri menurun sebesar 19 persen, sedangkan Bitcoin melonjak hingga 116 persen. Hal tersebut tentu bisa mendongkrak performa MicroStrategy dalam waktu nan singkat. [az]

IKLAN