Mengatakan ‘bukan nasihat keuangan’ tidak akan membuat Anda bebas dari hukum

Sedang Trending 3 minggu yang lalu 27
Post ADS 1
illust - Mengatakan 'bukan nasihat keuangan' tidak bakal membikin Anda bebas dari hukumriSumber Asset: Law created by
macrovector- www.freepik.com

Apakah kalimat “bukan nasihat keuangan” alias nan sering kita dengar dalam kalimat “not financial advice” betul-betul bisa menyelamatkan seseorang dari norma ketika ada orang lain nan mengikuti saran tersebut, lampau merasa dirugikan dan menjadikannya sebuah masalah hukum?

Melansir dari interview Cointelegraph dengan pengacara aset digital Australia dan AS, pengacara tersebut mengatakan jika kata-kata itu ditandai sebagai “sangat tidak berguna.”

Orang nan sangat berpengaruh (influencer) di kripto mungkin perlu mempraktekkan dan “mlakukan penelitian sendiri” alias “do their own reseach” ketika mereka kudu membagikan tip kripto mereka kepada para pengikutnya. 

Menurut beberapa pengacara aset digital, penafian terkenal “bukan nasihat keuangan,” mungkin tidak betul-betul bisa melindungi mereka di mata hukum. 

Baca juga: Bintang movie Korea, Chohee Oh berasosiasi dengan Everscale! Ada kejutan apa untuk Indonesia?

Menurut Matthew Nielsen dari Bracewell LLP, seorang pengacara sekuritas nan berbasis di Amerika Serikat, “praktik terbaik” bagi influencer nan mengungkapkan bahwa “ini bukan nasihat keuangan,” itu tidak bakal melindungi mereka dari norma lantaran “federal dan undang-undang sekuritas negara sangat mengatur siapa nan dapat menawarkan nasihat investasi,” ucapnya pada tim Cointelegraph.

Pengacara pengatur finansial Australia Liam Hennessy, seorang mitra di Gadens, menjelaskan bahwa “peringatan nasihat” “pada umumnya tidak berguna,” sementara pengacara digital Australia Michael Bacina dari Piper Alderman menambahkan bahwa itu bukan “kata-kata ajaib nan ketika diucapkan bakal menyangkal kewajiban.”

Liam Hennessy, seorang mitra di Gadens di Australia, mencatat bahwa “peringatan nasihat, pada umumnya tidak efektif,” sementara Michael Bacina dari Piper Alderman di Australia menambahkan bahwa itu bukan “kata-kata ajaib nan ketika diucapkan bakal serta-merta melepaskan tanggung jawab.”

Sebagai contoh, baru-baru ini terjadi kasus Kim Kardashian di mana Kardashian didakwa oleh SEC lantaran kandas mengungkapkan berapa banyak nan dia terima untuk mempromosikan EthereumMax kepada pengikutnya. Oleh karena itu, influencer kripto dan duta selebritas semakin menemukan diri mereka di bawah pengawasan peraturan, terutama di Amerika Serikat.

Influencer Crypto Mason Versluis, namalain Crypto Mason, nan mempunyai lebih dari satu juta pengikut di Tik Tok, mengatakan kepada Cointelegraph bahwa dia tidak dapat cukup menekankan kepada pengikutnya bahwa kontennya tidak boleh “dianggap sebagai nasihat keuangan.”

Namun Versluis mengatakan bahwa meskipun menggunakan penafian “ini bukan nasihat keuangan,” krusial bagi influencer untuk memperhatikan bahwa beberapa orang “melakukan langkah finansial sesuai dengan apa nan dikatakan influencer tertentu.”

Dia juga menekankan sungguh sulitnya untuk menentukan apakah sebuah proyek bakal berhujung dalam situasi “permadani” lantaran influencer “hanya berurusan dengan tim pemasaran,” dan umumnya tidak mempunyai kontak proyek terhadap “pengembang alias pemilik mana pun.”

Terakhir, influencer kripto Australia Ivan Vantagiato, namalain Crypto Serpent nan telah mengumpulkan 68.000 pengikut di Tik Tok mengatakan bahwa influencer kudu melakukan uji tuntas mereka untuk meneliti proyek kripto sebelum menjalankan promosi.

Sumber: cointelegraph.com