Mahfud MD Sebut TV Digital Kualitasnya Seperti di Layar Lebar

Sedang Trending 3 minggu yang lalu 24
Post ADS 1

Foto: CNBC Indonesia

Teknologi.id - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD membeberkan manfaat yang terasa oleh masyarakat setelah Analog Switch Off (ASO) diterapkan.

Manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat saat TV Analog dimatikan adalah kualitas siaran yang jauh lebih baik daripada saat TV Analog masih berjalan.

"Migrasi ke TV digital ini akan memberikan manfaat yang banyak kepada masyarakat, karena masyarakat akan memperoleh kualitas penyiaran yang lebih baik, di mana siaran digital akan menyajikan siaran televisi kualitas audio visual yang lebih baik seperti kualitas di layar lebar," ungkap Mahfud, Kamis (3/11/2022).

Baca juga: Ada 7 TV Swasta Masih Siaran Analog, Mahfud MD: Itu Ilegal!

Apalagi di era digital broadcasting, saluran TV akan lebih banyak dari sebelumnya, kata Mahfud. Hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk menikmati konten siaran secara bebas.

"Migrasi ke TV digital akan memacu pertumbuhan konten lokal dan mendorong keberagaman konten dari industri penyiaran dalam negeri, seperti konten-konten yang edukatif ,kreatif, serta berpotensi menumbuhkan ekosistem penyiaran baru di tingkat lokal," lanjutnya.

Dampak dari penerapan Analog Switch Off (ASO) juga mendorong industri elektronik dalam negeri karena permintaan pasar akan produk TV digital dan dekoder yang mendukung TV analog untuk menangkap siaran TV digital.

Digitalisasi penyiaran juga berdampak pada penghematan penggunaan pita frekuensi 700MHz dengan menghasilkan dividen digital 112MHz yang dapat digunakan untuk mendongkrak kecepatan Internet di Indonesia.

Baca juga: Aplikasi Google Street View Resmi "Tutup Usia" Per Tahun 2023 Nanti

"Indonesia akan memperoleh efisiensi frekuensi digital dividen yang nantinya akan dimanfaatkan untuk teknologi akses internet berkecepatan tinggi 5G dan digitalisasi penanganan bencana alam, pendidikan, kesehatan, serta mendukung pengembangan ekonomi digital," tutur Mahfud dikutip dari Inet Detik.

Selain itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menerangkan menurut studi Boston Consulting Group pada 2017, pelaksanaan ASO ini akan menyebabkan multiplier ekonomi dari pemanfaatan digital dividen di frekuensi 700 MHz.

"Refarming di 700 MHz ini akan memberikan dampak penerimaan PNBP kisaran Rp 7 triliun setidaknya per tahun atau lebih dari Rp 70 sampai Rp 77 triliun untuk 10 tahun masa lisensi spektrum bagi operator telekomunikasi," terangnya.

(arm)