CZ Binance Mengisyaratkan Bahwa Pajak yang Tinggi akan Merugikan Industri Kripto India

Sedang Trending 2 minggu yang lalu 24
Post ADS 1

Pemerintah India telah mempertahankan keputusannya untuk meningkatkan pajak penghasilan atas aset kripto. Pemerintah negara tersebut mendemonstrasikan keputusan ini dengan proposal Aset Kripto dan Peraturan RUU Mata Uang Digital Resmi pada tahun 2021.

illust - CZ Binance Mengisyaratkan Bahwa Pajak nan Tinggi bakal Merugikan Industri Kripto IndiaSumber Asset: Audit concept illustration created by storyset – www.freepik.com

Namun, aset kripto dan NFT saat ini tetap belum diregulasikan di India. RBI apalagi mencoba untuk melarang kripto pada tahun 2018.

Meskipun usulan “Aset Kripto dan Peraturan RUU Mata Uang Digital Resmi” tidak pernah dilaksanakan, sikap pemerintah terhadap kripto tetap belum jelas.

Baca juga: Bursa Kripto Coinbase Menerima Berbagai Respon dari Wall Street Karena Performanya nan Lesu di Q3

Namun, sembari tetap mempertimbangkan pendiriannya, pemerintah India menerapkan undang-undang baru untuk mengenakan pajak atas untung dan pendapatan dari aset digital virtual (VDA).

Kebijakan pajak baru menjadi konsentrasi pada Singapore Fintech Festival (SFF) nan diadakan dari 1 hingga 4 November.

Pada kegiatan tersebut, CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), menunjuk pada tarif pajak nan tinggi sebagai aspek nan bakal membunuh industri kripto.

Singapore Fintech Festival adalah salah satu kegiatan nan paling dinanti di industri kripto dan Fintech.

Acara ini mempunyai lebih dari 60.000 peserta dan 850 pembicara nan mewakili bank, perusahaan jasa finansial global, dan badan kreator kebijakan.

Selama obrolan panel di kegiatan SFF, CZ mengatakan pajak kripto baru di India, nan mulai bertindak pada bulan April, dapat mematikan industri ini. Itu lantaran pajaknya sangat tinggi, dengan untung modal 30% dan pajak transaksi 1% untuk semua transaksi aset digital.

Selain itu, bursa kripto lokal juga melaporkan adanya penurunan sebanyak 90% dalam volume kegiatan bursa mereka sejak kebijakan tersebut bertindak dan efektif pada bulan April.

Selain tarif pajak nan tinggi, pemerintah juga memperketat proses regulasi. Platform kripto sekarang kudu mengikuti pendekatan Know-Your-Customer (KYC) dan keamanan nan lebih luas.

Pada tahun 2019, Binance sempat mengakuisisi bursa kripto India nan disebut WazirX. Namun, baru-baru ini ada masalah seputar aset WazirX nan dibekukan.

Dalam argumen singkat antara CZ dan CEO WazirX, CZ mengungkapkan bahwa Binance tidak pernah menyelesaikan kesepakatannya dengan bursa kripto tersebut. Sebaliknya, CEO menyatakan bahwa Binance hanya menyediakan layanan wallet ke WazirX sebagai solusi teknologi.

Sumber: www.newsbtc.com