Calon Pelatih Vietnam Pernah Dipecat Gara-gara Timnas Indonesia

Sedang Trending 4 minggu yang lalu 21
Post ADS 1

Philippe Troussier, mantan pembimbing Timnas Jepang dan Vietnam U-19. (AFP/Nhac NGUYEN)

Salah satu calon pembimbing Vietnam rupanya pernah dipecat gara-gara Timnas Indonesia. Ini dia kisahnya.

Timnas Vietnam tengah mencari calon pengganti Park Hang-seo di tahun depan. Park sendiri memilih untuk tidak memperpanjang perjanjian berbareng Timnas Vietnam lantaran argumen pribadi.

Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) pun sekarang mulai mencari calon pengganti pembimbing asal Korea Selatan. Salah satu calon penggantinya ialah Philippe Troussier.

Menurut media Vietnam, Bondaplus, pembimbing berkebangsaan Prancis ini menjadi salah satu kandidat nan cocok menangani Timnas Vietnam.

"Mantan kepala teknik Pusat Pelatihan PVF nan dijuluki "penyihir putih" Philippe Troussier, bisa menjadi pengganti Pelatih Park Hang Seo," tulis Bongdaplus.

Troussier ini memang cukup layak menggantikan Park lantaran pengalaman melatih nan sudah diakui. Prestasi terbaik pembimbing berakidah Islam itu adalah ketika membawa Jepang menjadi juara Piala Asia 2000.

Mantan pembimbing Timnas Jepang, Phillipe Troussier. (Dok. AFF)

Namun rupanya Troussier punya pengalaman pahit dalam karirnya, ialah dipecat lantaran Timnas Indonesia. Lho kok bisa?

Kala itu, Troussier pernah menjadi nahkoda Timnas Qatar di Piala Asia 2004. Qatar tergabung dalam grup A berbareng China, Bahrain, dan Timnas Indonesia.

Dilihat dari segi materi pemain dan calon lawan, Qatar memang diunggulkan untuk lolos ke fase berikutnya. Tetapi nahas, Qatar kudu menahan malu usai kalah dari Timnas Indonesia.

Timnas didikan Troussier tersebut kalah dengan skor 1-2 di laga pembuka Piala Asia 2004. Kala itu, Timnas Indonesia dipimpin oleh Ivan Kolev.

Beberapa materi pemain seperti Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, hingga Elie Aiboy menghiasi skuad Timnas Indonesia.

Kekalahan Qatar atas Timnas Indonesia ini membikin Troussier kudu didepak dari jabatannya. Itu menjadi momen terburuk Troussier dalam pekerjaan kepelatihannya.

Apakah Vietnam mempertimbangkan sejarah masa lampau Troussier sebelum menunjuknya sebagai pembimbing nan menggantikan Park di masa depan?