Blibli Tetapkan Harga IPO Rp 450 Per Saham, Tertarik?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu 18
Post ADS 1

Foto: Wantedly

Teknologi.id - Blibli lewat kode BELI telah menentukan harga akhir untuk IPO (Initial Public Offering) atau penawaran umum perdana saham pada Rp450 per lembarnya. 

Anak perusahaan Djarum yang berfokus pada layanan platform e-commerce ini sempat mengajukan harga di kisaran Rp410 sampai Rp460 untuk setiap lembar saham. 

Masa penawaran umum perdana saham BELI akan dilaksanakan mulai 2 November hingga 4 November 2022. Distribusi saham melalui elektronik juga akan dilakukan pada 7 November 2022 atau 3 hari setelah penawaran umum. Kemudian BEI akan melakukan pencatatan saham sehari setelah distribusi saham atau pada 8 November 2022. 

IPO Blibli ini akan melepas sebanyak 17,77 miliar saham di mana angka tersebut mewakili 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Jumlah saham tersebut jika ditotalkan maka Blibli diproyeksikan akan mendapatkan pendanaan sebesar Rp7,99 triliun dari adanya aksi penawaran umum perdana saham ini.

Baca juga: Blibli Berani IPO Walau Rugi Rp 2,5 T?

Perusahaan juga telah menyusun sejumlah langkah dari dana yang didapatkan dari aksi korporasi ini. Sekitar 68 persen dana hasil IPO, yaitu sebanyak Rp5,5 triliun rupiah akan digunakan untuk membayar utang perusahaan ke PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank BTPN Tbk. di mana masing-masing bank akan menerima Rp2,75 triliun. 

Kemudian sisa dari perolehan dana IPO akan digunakan untuk modal operasional perusahaan beserta unit perusahaan lainnya demi menopang jalannya segala bisnis dan pengembangan.

Sebagai rincian, 57 persen sisa dana segar akan dialokasikan untuk modal kerja perusahaan, dan sisanya atau 43 persen dimanfaatkan untuk entitas anak perusahaan. Proses penyaluran sisa dana segar akan dijalankan secara bertahap melalui bentuk peningkatan penyertaan modal yang akan dimulai pada kuartal 4 tahun 2022. 

Aksi korporasi yang dilakukan Blibli ini merupakan langkah untuk menyusul dua startup lain, sebut saja GoTo dan Bukalapak yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia beberapa waktu sebelumnya. 

(ai)