Anti Bocor, Siswa MAN Ciptakan 'Robot Penjaga' Gas yang bisa Diperintah via Chat Bot

Sedang Trending 4 minggu yang lalu 18
Post ADS 1

Foto: CNN Indonesia

Teknologi.id - Dua orang siswa Madrasah Aliah Negeri (MAN) 3 Medan menciptakan chat bot yang dapat membantu padamkan kompor gas.

Siswa dan siswi tersebut ialah Humam dan Zahira, murid kelas 11 MAN 3. Mereka mengatakan alat yang diciptakan untuk membantu emak-emak itu berbasis Internet of Things (IoT).

Dilansir dari CNN Indonesia, mereka menciptakan perangkat itu karena kekhawatiran akan pengguna kompor gas yang berisiko kebakaran jika lupa mematikan atau ada kebocoran pada regulator.

Baca juga: Ekonomi Digital Indonesia Akan Sentuh 1.200 Triliun Rupiah, Menurut Google

"Alat ini bertujuan supaya lebih aman dan meningkatkan keselamatan pakai kompor gas, baik lewat sensor maupun dimatiin pakai chat bot Telegram," ucap Humam saat ditemui di pameran Indonesia Research dan Inovation Expo (InaRI) 2022.

Ia juga menjelaskan kalau perangkat tersebut disertai dengan deteksi kebocoran gas dan disertai pula fitur guna menutup katup apabila adanya kebocoran.

Jika ada kebocoran, lanjut Umam, sensornya akan bunyi dan otomatis katup di kompor akan menutup saluran gas sehingga tidak akan ada aliran gas yang menguap.

Fitur lain yang berguna adalah penutup saluran gas yang bisa dikontrol lewat chat bot di aplikasi Telegram. Saat diperintah memlalui chat bot Telegram, sistem pada alat penghubung memerintahkan katup selenoid agar langsung menutup.

"Dengan demikian, kalau lupa mematikan kompor bisa diatur dari jarak jauh, tetapi harus terhubung Wi-Fi," jelasnya.

Baca juga: Bukan Cuma Lebih Jernih, Berikut 5 Keuntungan Siaran TV Digital

Selain itu, Humam menjelaskan kalau perangkat tersebut juga dilengkapi dengan sensor untuk mengetahui volume dalam tabung gas

Sebagai informasi, pemaran InaRI 2022 diikuti lebih dari 239 peserta memamerkan produk teknologi mereka yang terdiri dari perguran tinggi, perwakilan BUMN, perwakilan BUMD, Asean-India Startup Festival, Perwakilan Negara G20, perusahaan swasta, dan Sekolah-sekolah setingkat SMA dan SMP.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Tri Handoko menyampaikan gelaran ini bertujuan memantik kolaborasi dengan berbagai pihak, agar memperkuat ekosistem riset dan inovasi dalam negeri dengan memanfaatkan sumber daya alam di Nusantara.

(arm)