Ambyar! Crypto Rp15,7 Milyar Raib Digondol Dedemit Maya

Sedang Trending 3 minggu yang lalu 23
Post ADS 1

Aset crypto senilai $1,2 juta setara Rp15,7 milyar telah raib dari Rubic, platform pertukaran ­multi-chain dan bursa desentralistik kripto, akibat digondol oleh dedemit maya setelah peretas meraih akses private key salah satu administrator.

Pada Rabu (02/11/2022), developer Rubic mengungkap bahwa salah satu alamat dompet admin nan mengelola bridge RBC/BRBC serta hadiah staking mengalami kebocoran.

“Kami menyangka peranti lunak peretas digunakan untuk mendapat akses terhadap private key dompet admin,” jelas tim Rubic melalui Twitter, dikutip dari Crypto News.

Dedemit Maya Akibatkan Crypto Jutaan Dolar AS Raib

Private key nan disebut juga sebagai secret key adalah nomor rahasia nan digunakan dalam algoritma untuk mengenkripsi dan mendekripsi data.

Secret key mirip dengan kata sandi dan semestinya hanya diketahui oleh pemilik kunci alias pihak nan mempunyai izin mendekripsi dompet.

RBC adalah token Rubic, sedangkan BRBC adalah jenis wrapped dari token tersebut. BRBC dibuat agar pengguna dapat melakukan transaksi pada jaringan Binance Smart Chain (BSC), mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan kegunaan bagi token RBC.

Menurut tim Rubic, peretas mencuri RBC dan BRBC sebanyak 34 juta token dan menjualnya pada bursa desentralistik Uniswap dan PancakeSwap. Token tersebut berbobot US$1,2 juta setara Rp15,7 milyar.

Dompet peretas nan ditandai oleh tim Rubic menyimpan 205 Binance Coin (BNB) senilai US$65 ribu dalam dompet BSC serta Ether (ETH) senilai US$205 ribu dalam dompet Ethereum.

IKLAN

Setelah peretas menjual token RBC, nilai token tersebut ambruk 98 persen. Kendati demikian, RBC telah mengalami pemulihan dan menguat 15 persen dalam sehari terakhir.

“Layanan Rubic terus melangkah tanpa gangguan dan biaya staking nasabah aman. Smart contract kami tidak mengalami kebocoran, melainkan private key dari dompet admin nan diretas,” jelas tim Rubic.

Tim tersebut menambahkan, mereka telah mulai menyelidiki kasus ini dengan layanan pihak ketiga nan terpercaya. Tetapi, tim Rubic berbicara tidak bakal melanjutkan investigasi jika peretas bersedia mengembalikan 80 persen biaya nan dicuri.

“Peretas boleh menyimpan 20 persen aset sebagai hadiah pencarian bug tanpa ada akibat hukum,” kata tim Rubic.

IKLAN

Rubic bukan satu-satunya platform aset kripto nan mengalami peretasan belum lama ini. Bursa kripto derivatif Deribit asal Panama turut diretas dan mengalami kerugian mencapai US$28 juta. [ed]