AC Ventures Luncurkan ACV Academy untuk Bantu Founder Startup

Sedang Trending 3 minggu yang lalu 22
Post ADS 1
Kantor AC Ventures. Foto: AC Ventures

Teknologi.id - Baru-baru ini, perusahaan modal ventura tahap awal nan berbasis di Indonesia, AC Ventures (ACV) mengumumkan peluncuran platform pendidikan untuk pengusaha teknologi di pasar negara berkembang, ACV Academy. Rangkaian training yang dapat diakses secara cuma-cuma dan berkepanjangan ini dirancang untuk membawa ekosistem teknologi tahap awal di Asia Tenggara ke tingkat pengetahuan baru.

Pada 2022, ACV memulai misi nan berani untuk memberikan pedoman dan support langsung kepada portofolio perusahaan mereka di seluruh Indonesia. ACV adalah satu-satunya perusahaan investasi teknologi di nusantara nan menawarkan perangkat penciptaan nilai penuh kepada perusahaan tempatnya berinvestasi. Ide dasar di kembali langkah ini adalah jika ACV dapat membantu portofolio perusahaan mereka mencapai kelebihan operasional sejak awal, maka mereka dapat melanjutkan untuk meningkatkan putaran pendanaan berikutnya dengan lebih baik, dan pada akhirnya mereka dapat terus mencapai kesuksesan nan lebih besar di pasar.

Berlandaskan etos “Pembelajaran Eksponensial”, ACV Academy berupaya membantu lebih banyak startup teknologi di area ini mencapai traksi dan skala nan sehat setelahnya.

Sebagai bagian dari peluncuran ACV Academy, perusahaan modal ventura ini juga meluncurkan modul pertama mereka, sebuah kitab pedoman untuk para pendiri startup nan berjudul “Refining Recruitment for Startups.” Buku pedoman disusun AC Ventures berbareng dengan konsultan manajemen dunia dan firma pencarian eksekutif, Egon Zehnder.

Menjalankan perusahaan tahap awal merupakan tantangan, dan mencari talenta nan paling sesuai adalah salah satu rintangan terbesar, terutama di pasar negara berkembang, seperti Asia Tenggara.

Buku pedoman ini dirancang sebagai peta jalan bagi para pendiri startup nan perlu mendidik diri mereka sendiri tentang proses perekrutan secara end-to-end.

Berisi modul-modul pembelajaran, kitab dapat digunakan sebagai perangkat rujukan secara berkelanjutan ketika para pendiri perusahaan teknologi membangun tim mereka. Buku pedoman ini berisi lima bagian sederhana, ialah ‘Preparation,’ ‘Start the search,’ ‘Make the decision,’ ‘Onboarding,’ dan ‘Ongoing engagement via team building.’ Di dalam kitab ini, ACV juga menampilkan anekdot dan testimonial menarik dari beberapa pendiri portofolio perusahaan mereka.


Peluncuran ACV Academy dan modul debutnya ditandai dengan webinar publik pada 02 November 2022. Webinar ini menghadirkan ikhtisar misi nan ada, cuplikan kitab pedoman tersebut, dan obrolan bertema perekrutan nan menampilkan Sergio Salvador, Chief People Officer di Carsome, dan Zhafira Loebis, Konsultan di Egon Zehnder.

Sergio mempunyai lebih dari 20 tahun pengalaman membangun dan mengembangkan perusahaan teknologi, termasuk posisi kepemimpinan kunci di Electronic Arts (EA), Nokia, Yahoo, Google, Egon Zehnder, dan XA Network. Sergio merupakan lulusan Sekolah Pascasarjana Bisnis dari Universitas
Stanford. Di Carsome, Sergio saat ini memimpin sebuah tim, di mana dia berfokus untuk mengoptimalkan kegiatan nan berpusat pada talent, seperti pengalaman karyawan, pengembangan profesional, pelatihan, perekrutan, retensi, dan manajemen kinerja.

Sementara, Zhafira merupakan praktisi di bagian Teknologi, Komunikasi, dan Konsumen di Egon Zehnder. Sebelum berasosiasi di perusahaan tersebut, Zhafira tercatat sebagai pendiri dan menjabat sebagai CEO Babyloania, marketplace terkemuka di Indonesia nan menyediakan jasa penyewaan perlengkapan bayi dengan nilai terjangkau.

Ia memperoleh gelar sarjana norma dari Universitas Indonesia dan gelar master norma (LL.M) dari Universitas Columbia. Memiliki passion nan kuat dalam memberdayakan perempuan, Zhafira juga tercatat sebagai pendiri Stellar Women, sebuah platform nan menawarkan kelas online, mentoring,
dan beragam kegiatan networking untuk wanita Indonesia.

Dalam obrolan tersebut, Zhafira mengatakan, “kami senang dapat bekerja-sama dengan ACV dalam mendukung misi mereka untuk membantu startup mengembangkan dan membangun talenta. Kami berharap, kitab pedoman ini dapat menjadi referensi untuk membangun sumber daya manusia para pendiri startup untuk pertumbuhan dan keberlanjutan upaya lebih lanjut.”

Sergio menambahkan, “saya telah menyaksikan beberapa kali dan secara langsung, apa yang diperlukan untuk mengembangkan upaya dari tim mini menjadi tim besar. Sangat menggembirakan melihat hal-hal seperti ACV Academy muncul di ekosistem lokal. Dengan inisiatif seperti ini, saya pikir
startup bakal mendapatkan banyak untung dari penanammodal langsung seperti ACV. Saya berharap, inisiatif ini dapat menghasilkan lebih banyak kisah sukses startup di ekosistem.”

“Kami senang dapat meluncurkan ACV Academy. Ini menyaring takeaways utama nan telah kami pelajari melalui investasi di lebih dari 120 perusahaan selama sepuluh tahun terakhir,” jelas Adrian Li, Pendiri dan Managing Partner di AC Ventures. “Pelajaran nan diberikan dan kitab pedoman yang diterbitkan ini dibuat oleh pengusaha dan operator veteran mengenai strategi eksekusi utama,  termasuk modul rekrutmen hari ini. Kami senang menyaksikan ACV Academy berkembang ke depan dan memberikan nilai unik kepada para pendiri.”

(dwk)